Striker asal Brazil Hertha Berlin Matheus Cunha tampil bagus bersama tim ibu kota musim ini. Dia mencetak enam gol dalam delapan penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak klub. Dikutip dari website Bola terpercaya penampilannya semakin seru karena dalam tiga laga terakhir, penyerang berusia 21 tahun itu tak pernah gagal menembus gawang lawan.

Ketergantungan Pelatih Bruno Labbadia pada Cunha jelas. Mantan pemain RB Leipzig itu rata-rata melakukan tiga tembakan, dengan xG (gol yang diharapkan) mencapai 0,48 setiap 90 menit. Sementara itu, jumlah golnya musim ini merupakan yang tertinggi sejak ia merasakan atmosfer Bundesliga 1 pada 2018/19.

Saking bermasalahnya penyerangan, absennya John Cordoba yang direkrut FC Koeln seharga € 15 juta, membuat Labbadia berharap lebih dari Matheus Cunha. Sebaliknya, ini menjadi keuntungan bagi Cunha untuk memberikan dampak yang maksimal bagi tim.

Namun, beban yang terlalu banyak pada satu atau dua orang bisa menjadi bumerang. Jika pemain utama terjebak, lawan dapat dengan mudah memanfaatkannya. Pelatih asal Jerman tersebut menyadari situasi tersebut jelang laga melawan Bayer Leverkusen, Minggu (29/11/2020) pukul 21.30 WIB.

Di luar itu, Labbadia juga fokus untuk meningkatkan lini pertahanannya. Sejauh ini, baseline dari Maximilian Mittelstadt menjadi salah satu kelemahan skuad. Die Alte Dame telah kebobolan 18 gol, tertinggi keempat di Bundesliga.

Berkonsentrasi juga penting bagi Hertha Berlin jika ingin mencuri poin di BayArena. Dalam empat laga terakhir ia selalu mencetak gol pertama. Namun hanya satu pertandingan yang membuahkan hasil maksimal, yakni melawan Augsburg (0-3). Dua dari tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

“Banyak hal akan tergantung pada bagaimana kami menerapkan ide-ide kami dan seberapa baik kami menciptakan situasi di mana kami memiliki keunggulan jumlah. Kami harus bertahan dengan baik dan menjaga jarak dekat para pemain Leverkusen,” kata Labbadia.

“Hanya jika setiap pemain melakukan tugasnya dengan baik, barulah kami bisa menang sebagai tim. Kami harus bertahan dengan hati-hati, aktif menyerang, dan memanfaatkan momentum,” lanjutnya.

Dengan rekor tak terkalahkan Bayer Leverkusen (bersama VfL Wolfsburg), sulit bagi Hertha Berlin untuk mengandalkan atau hanya mengandalkan performa luar biasa Matheus Cunha. Untuk itu, berbagai aspek harus diperhatikan di setiap lini. Jika itu bisa dilakukan, kenangan indah Desember 2019 saat meraih tiga poin di kandang Leverkusen bisa terulang kembali.