DAMPAK DARI PEDAGANG KAKI LIMA

Kehadiran sektor informal di kota-kota tidakĀ  dapat dilepaskan dari pertumbuhan maupun pembangunan yang ada. Ketidakseimbangan pembangunan adantara kota dan desa akan menyebabkan adanya arus urbanisasi dan hal ini yang menebabkan meningkatnya pengangguran karena tidak seimbang dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, para pekerja tersebut akhirnya memilih sektor informal yaitu Pedagang Kaki Lima (PKL). Poerwadarminta mengungkapkan bahwa pedagang kaki lima (PKL) adalah salah satu istilah yang digunakan untuk menyebut penjaja dagangan yang menggunakan gerobak. Pedagang Kaki lima ini melakukan aktivotasnya di ruang publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum. Pemerintah sednriri merasa dilematis dengan adanya PKL ini, karena disatu sisi dengan adanya Pedagang Kaki Lima ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sedangkan disisi yang lain menjadi beban dalam perencanaan tata ruang kota. Ada dampak positif dan dampak negatif dengan ada ya Pedagang Kaki Lima (PKL) ini.

  1. Dampak Positif

Pedagang Kaki Lima merupakan salah satu solusi dari adanya kelebihan tenaga kerja yang bisa di ntampung di dalam sektor formal, sehingga dapat mengurangi pengangguran yang ada. Adanya Pedagang Kaki lima juga menjadi salah satu pelayan untuk masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan PKL, sehingga masysrakat dapat dengan mudah dan cepat dalam memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan.

Harga barang yang dijajakan oleh PKL umumnya memiliki harga yang relatif rendah dan terjangkau, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat yang golongan menengah kebawah. Selain itu dengan adanya sektor formal ini juga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan sektor informal ini bersifat subsisten dan juga modal yang digunakan berasal dari pribadi. Modal ini tidak menghabiskan sumber daya ekonomi yang relatif besar.

  1. Dampak Negatif

Pada dasarnya ruang yang digunakan untuk aktivitas Pedagang Kaki Lima ini adalah ruang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum, umumnya trotoar dan pinggir jalan. Hal ini akan berakibat pada kualitas ruang kota yang semakin menurun, dan di perparah dengan semakin pesat perkembangan PKL yang menempati ruang kosong yang strategis menurut mereka. Kebanyakan PKL menempati, jalur pedestrian, jalur hijau, ruang terbuka dan ruang kota lainnya. Hal ini didasari oleh alasan Pedagang Kaki Lima yang menyebutkan bahwa aksebilitas yang tinggi sehingga potensi besar untuk konsumne yang datang juga besar. Dampaknya pada penataan kota yang teresan sia-sia dan mati akibat keberadaan PKL. Selain itu dengan adanya Pedagang Kaki Lima juga membuat pejalan kaki berdesakan dan akan menimbulkan tindakan kriminalitas salah satunya badalah pencopetan.

Dan juga mengganggu kegiatan pedagang di sektor formal karena lokasi PKL cenderung memotong jalur pengunjung atau pembeli seperti di pinggir jalan maupun di depan toko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *